MENUJU DIGITALISASI SOCIETY 5.0, DISKUMINDAG SRAGEN LAUNCHING TUKONISRAGEN.COM

SRAGEN - Berbagai upaya dilakukan para pelaku UMKM di Kabupaten Sragen agar dapat bertahan di tengah gempuran pandemi. Salah satunya dengan bertranformasi ke sistem digital.

Melihat geliat pangsa pasar ekonomi UMKM menuju era digital society 5.0, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen memprakarsai penjualan UMKM secara online dengan membuat satu platform marketplace yang di beri nama “tukonisragen.com”, Senin (23/5/2022).

Kepala Diskumindag Sragen, Cosmas Edwi Yunanto, menjelaskan total ada 63.000 UMKM di Kabupaten Sragen. Pada tahap awal, pihaknya telah mengambil 176 produk dari 100 UMKM yang potensial untuk dipasarkan di tukonisragen.com.

“UMKM Sragen selama ini mau bersaing di e-commerce yang terkenal kan berat meskipun ada yang bersaing di situ. Kami memberikan alternatif marketplace bagi UMKM. Pelaku UMKM mendapatkan tambahan alternatif e-commerce untuk memasarkan produk mereka,” terang Cosmas.

Cosmas menjelaskan di tukonisragen.com selain menampilkan foto produk, alamat, nomor telepon, WhatsApp, juga terhubung dengan link Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Selain itu, juga tersambung dengan nomor handphone untuk memudahkan konsumen melakukan cash on delivery (COD).

“Kami akan mengembangkannya secara bertahap, tak hanya 100 UMKM, namun berkelanjutan. Aplikasi ini bisa mewarnai UMKM Sragen,” lanjutnya.

Cosmas mengaku telah menjalin kerja sama dengan sejumlah paguyuban UMKM serta paguyuban perantau dari Sragen. Perantau yang tak bisa pulang kampung, namun rindu dengan produk khas Sragen bisa membuka mebelinya melalui situs yang diresmikan dinas itu.

Selain tukonisragen.com, pada kesempatan itu pula Diskumindag juga meresmikan UMKM Center, atau ruang untuk memamerkan produk UMKM Sragen.

“Didalamnya ada petugas membantu pelaku UMKM mengakses aplikasi, perizinan, permodalan, dan bisa membimbing kompetisi startup,” ujarnya.

Sementara Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Tugiyono, mengatakan sejumlah pelaku UMKM mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 meski pendapatan menurun drastis. Kini, UMKM itu berangsur-angsur bangkit.

“Tapi untuk mengembalikan keseluruhan perlu gagasan baru ekonomi. Go digital dan go global. UMKM kami ada yang bisa merambah dunia luar sampai Korea,” kata Tugiyono.

Menurut dia, aparatur sipil negara (ASN) bisa mendorong upaya peningkaan ekonomi masyarakat dengan memberi contoh membeli produk di tukonisragen.com maupun membeli produk hasil petani Sragen.

“Salah satu upaya yang telah dilakukan mendukung UMKM memakai batik Goyor sebagai seragam ASN yang merupakan produk pelaku UMKM Sragen,”pungkasnya.

 

Penulis : Miyos_Diskominfo

Editor : Yuli_Diskominfo